Si Langka Myasthenia Gravis
|
M |
yasthenia
Gravis merupakan penyakit langka yang belum umum terdengar oleh masyarakat dan
orang-orang sekitar ku, sehingga sering kali penyintas Myassthenia Gravis
seperti aku harus mengalami masalah psikis akibat orang disekitar, terkadang
banyak pertanyaan yang secara sengaja atau tidak sengaja membuat aku semakin
terpuruk dan menimbulkan rasa putus asa.
Seperti
siang ini, seorang teman bertanya:
“Bu Atun, kamu sakit apa?”
Aku
berusaha menjawab dengan tenang:
“Myasthenia Gravis!”
Dia
melanjutkan pertanyaan nya kembali
“Penyakit
apa itu kok aneh dan aku baru dengar?”
Dengan
senyuman aku menjawab:
“Salah
satu jenis penyakit autoimun, dimana sistem imun yang seharusnya melindungi
tubuh malah balik menyerang sistem saraf dan otot sehingga menyebabkan
kelemahan otot, dalam tahap yang parah bisa berhenti bernafas karena otot
pernafasannya melemah dan tidak kuat lagi untuk memompa paru-paru.”
“Doakan
aku kuat menerima cobaan ini ya pintaku!”
Sambil
mengangguk-anggukan kepala dia berkata
“Iya
Insyaallah selalu aku doakan!”
Layaknya
detektif dia menanyakan kembali
“Terus
bisa sembuh gak?”
Sambil
tetap menjaga seyum aku menjawab:
Sampai
saat ini kata dokter belum ada satupun jenis obat yang dapat menyembuhkan 100%,
namun dengan terapi obat yang biasa aku minum nantinya aku dapat merasakan masa
remisi, dimana gejala Myasthenia Gravis tidak dirasakan lagi dengan atau tanpa
obat-obatan.
“Oh…begitu?”
“Apa mungkin maaf kamu kebanyakan dosa kali ya
jadi kamu di kasih penyakit seperti itu?”
Kembali
dia bertanya
Aku
terdiam, merenung, aku tidak pernah menyangka dia akan bertanya seperti itu.
Aku berusaha tetap sabar, menata hati untuk menjawab pertanyaan yang menurutku
sangat sulit aku jawab. Aku tidak tau maksud dari perkataan nya apakah itu
hanya bercanda? ataukah entah lah…
Aku
mencoba berfikir positif walaupun hati ini sakit mendengar nya
Dengan
suara bergetar aku menjawab:
”Pada
hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna, sama seperti aku, aku hanya manusia
biasa, setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, namun bila dosa yang menjadi
patokan aku bisa terkena penyakit Myasthenia Gravis, seharusnya penjahat yang
ada di penjara sana adalah para penderita Myasthenia Gravis semua. Dosa dan
amal baik hanya Allah yang maha menilai kebenaran nya”.
Melihat
perubahan wajahku dengan mata yang mulai berkaca-kaca dia kembali meminta maaf.
“Maaf
ya aku hanya bercanda”
Kemudian
dia berlalu pergi meninggalkan ku sendiri dengan hati yang pilu, dalam hati aku
merintih mengadukan apa yang aku rasakan kepada Allah sang Rabb yang mengatur
dan memiliki hidupku.
Engkau
memilih aku untuk menjalani ini:
“Ya
Allah berilah kuatkan!”
“Ya
Allah berilah keikhlasan!”
“Ya
Allah berilah kesabaran”!
Hamba
percaya ya Allah, tidak ada yang tidak mungkin kalau engkau berkehendak
Ya
Allah Sembuhkan hamba dari sakit ini, Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar