Seperti
biasa setiap aku pulang kerja suami sudah siap menjemput di luar gerbang
sekolah, sore itu sepanjang perjalan pulang canda tawa mengiringi kami sampai
masuk ke rumah.
Badan
berasa sangat Lelah, kegiatan disekolah hari ini banyak menguras tenaga dan pikiran. Setelah
meletakan tas, mengganti pakaian kerja dengan daster kurebahkan badan di tempat
tidur berharap Lelah itu akan hilang.
Aku
berkata ke suami kalau mau beristirahat sebentar sebelum aku mandi. Beberapa
saat kemudian suami masuk kamar sambal bercanda dia bilang
“
Juragan putri…aku tak pimpong dulu ya, gak apa to tak tinggal sendiri di rumah”?
Aku
menjawab dengan bercanda juga
“
Siap Bos ku…aman terkendali !“
Tidak
ada tanda-tanda apapun kalau Auto Imune Myasthenia Gravis akan rewel sore ini.
Tiba-tiba pada saat rebahan aku mulai merasakan dada kiri nyeri, nafas berat, beberapa
saat kemudian dada seperti terhimpit sesuatu yang berat, seluruh badan terasa
dingin dan lemas aku berusaha tetap tenang kemudian aku duduk, aku melihat dari
kaca yang ada di kamar wajah terlihat sangat pucat.
Dengan
sisa tenaga sambil berpegangan aku berusaha keluar kamar untuk mencari
pertolongan tetapi tidak bisa, badan semakin lemas nafas tersengal-sengal
tenggorokan seperti tersumbat jangankan untuk teriak bicara saja sudah sangat
kesulitan
Ya
Allah…Astagfirullah, Tolong hamba ya Allah, beri hamba kekuatan untuk sampai di
meja kamar dimana aku meletakan Handphone, tak terasa air mata sudah membasahi
pipi badan sudah berasa dingin dan kesemutan dari ujung kaki hingga kepala.
Alhamdulillah
Allah beri pertolongan, dengan susah payah Handphone berhasil aku raih, aku
duduk di sofa yang ada di kamar dekat dengan meja, aku mencoba menghubungi
suamiku tetapi tidak ada jawaban.
Kemudian
aku menghubungi mbak Umi tetangga terdekat tetapi juga tidak ada jawaban, aku
terus berusaha menghubungi saudara-saudara terdekat tetapi hasilnya pun sama.
Aku
semakin putus asa, aku sudah tidak kuat lagi untuk duduk kedua kaki dan tangan
sudah mulai kaku badanku lunglai di sofa, nafas sudah sangat berat.
“Ya
Allah apakah ini akhir dari hidupku”? Seandainya engkau memanggil aku panggilah
aku dalam keadaan husnul khotimah “Ya Allah seandainya engkau ijinkan aku untuk
hidup berilah pertolongan ya Allah”!.
Aku
terus berdoa, berdzikir mengharapkan pertolongan Allah hadir. Tiba-tiba
handphone berdering mbak Umi tetangga terdekat yang tadi aku telfon menghubungi
ku, dengan sisa tenaga yang ada aku angkat handphone sayup-sayup aku
mendengar
“Assalamualaikum….hallo…mbak…mbak…mbak
Atun telfon ada apa”?
“Mbak
Atun kenapa mbak…mbak…”?suara mbak umi terdengar mulai panik
Dengan
lidah yang mulai kaku aku mencoba menjawab hanya satu kata yang bisa keluar
dari mulutku
“ Tolooooong ”
Mbak
Umi dan suaminya berlari ke rumah ku membuka gerbang dan langsung masuk, aku mendengar
mbak umi memanggil nama ku berkali-kali
“Mbak…mbak…
mbak… Mbak Atun dimana”?
Aku
mendengar tetapi tak kuasa untuk menjawab, kemudian aku mendengar suara pintu
kamar terbuka mbak umi berlari masuk memeluk membetulkan posisi tubuh agar
lebih enak sambil berusaha membantu menanyakan apa yang harus dilakukan.
Mbak
Umi dan suaminya sangat panik aku pun tak bisa berbuat apa apa, aku hanya mampu
membuka mata tetapi sudah tidak kuasa untuk berucap aku hanya bisa sedikit
menggerakan tangan menunjuk tabung oksigen yang berada di pojok kamar
“Oksigen
kata mbak Umi” ?? Alhamdulillah mbak Umi paham yang aku minta
“Mas…Mas…Mas
Wendy…tolong pasang oksigen” !! teriak mbak umi
Mas
Wendy yang sedang berusaha menelefon menghubungi suamiku, langsung bergegas ke
kamar Alhamdulillah mas Wendi paham cara memasang dan menggunakan tabung
oksigen sehingga tidak mengalami kesulitan. Dengan sigap mas Wendy menarik
tabung oksigen yang ada di pojok kamar kemudian memasang selang ke hidungku dan
menghidupkan alat oksigen.
Dalam
keadaan nafas yang tersengal-sengal, dada terasa sesak dan tubuh yang lemas
oksigen terpasang, lendir yang menyumbat jalan nafas sedikit demi sedikit
keluar melalui mulut, mbak umi memiringkan tubuhku menepuk nepuk punggungku
agar lendir banyak yang keluar
Mbak
Umi dan mas Wendy terus berusaha menenangkan
memijit tangan dan kaki menggunakan minyak kayu putih membimbing aku untuk
selalu beristigfar. Beberapa saat kemudian suami datang melihat keadaanku suami
menangis dan meminta maaf telah meninggalkan ku sendiri dirumah.
Agar
posisi lebih nyaman aku di gendong suami menuju tempat tidur dibantu mas Wendi.
Alhamdulillah kondisi badanku mulai stabil aku sudah bisa minum air hangat
walaupun harus dibantu menggunakan sendok, suhu badan sudah mulai normal, nafas
sudah tidak tersengal sengal dan aku juga sudah mulai bisa berbicara.
Saudara
yang tadi aku telfon juga sudah berdatangan mereka minta maaf karena terlambat
datang dan tidak mengangkat telfon karena beberapa alasan.
“Ya
Allah terimakasih atas rahmatmu !”,
Engkau telah memberikan kesempatan hamba untuk bisa hidup kembali, hanya engkau ya Allah pemberi pertolongan yang sebenar-benarnya menyediakan, menggerakan orang-orang baik di sekeliling hamba.
" Ya Allah rawat dan jagalah jiwa ku agar tetap beriman kepada Mu!" Aamiin
Aamiin. Alhamdulillah, oertolonfan Allah lewat orang di sekitar. Semoga sehat selalu, Ibu.
BalasHapusAamiin. Terimakasih ibu saat ini saya di coba dengan 2 penyakit langka insyaallah saya ikhlas karena saya percaya Allah bersama ku
HapusSore yang amat mencekam. Penulis mampu mendeskripsikan dan ikut larut dalam suasana yang menakutkan.
BalasHapusIya pak kadang untuk membuat sebuah cerpen membutuhkan perjuangan karena diselingi dengan tangis untuk menceritakan kembali yang aku rasakan
HapusSaya juga larut di dalam nya..semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan..aamiin..
BalasHapusAamiin. Terimakasih ibu telah berkunjung dan membaca cerita saya
HapusYa Allah, sy larut dlm suasana panik dan sakit yg ibu rasakan. Semoga sehat-sehat seterusnya ya..
BalasHapusAamiin ibu saya masih belajar ikhlas dan sabar. Semoga ibu juga selalu sehat
HapusHuuf ikut panik n dada terasa sesak. Sehat selalu Ibu .. jangan terlalu capek ya .
BalasHapusAamiin mkasih saran nya.ibu. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya
HapusSaya terhanyut dalam setiap kata yang dituliskan.
BalasHapusIkutan panik saya membacanya.
Semoga Ibu Supriatun selalu diberikan kesehatan.
Sehat sehat terus yaa Bu
Aamiin bapak atas doa nya. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya
HapusKalau keadaannya seperti itu, mestinya harus selalu ada orang di dekat yang standby, agar ketika kondisi darurat, cepat tertolong.
BalasHapusIya bapak terimakasih saran nya
HapusSaya bisa merasakan apa yang ibu rasakan,, saya pun tidak bisa jauh dari obat yg selalu saya bawa di dompet... terkadang lupa juga tidak terbawa, maka gelisah dan panik pun melanda... Semoga sehat selalu ibu🤲🙏
BalasHapusAamiin ibu...yuks sama-sama berjuang dan berkarya
HapusBuyu bgitulah q khas memanggilmu. Membaca ini tak terasa airmata jatuh becucuran. Subhanallah serahkan semua pd Allah.. Subhanallah
HapusSebutan khas dari mbak may kepada ku Allahuakbar Allah maha besar telah menyediakan menggerakan orang" baik untuk saya
HapusYa,Allah...ceritanya sangat menyayat hatiku. Itu kejadian pernah dialami sama emak. Punya penyakit asma ( sesak napas ) harus siap sedia obat2 dll. Semoga Allah selalu melindungi Bunda ,Aamiin Ya Robalalamin 🙏😭😭😭😭😭
BalasHapusAamiin terimakasih doa nya ibu . Semoga Allah melindungi bu Sri dan leluarga Aamiin
HapusSemoga selalu dikelilingi orang yang baik hati dan sehat senantiasa bu sri dan keluarga besar🙏
BalasHapusAamiin... semoga ibu dan keluarga juga di kelilingi orang yang baik dan sehat. Terimakasih telah mampir di blog dan membaca cerita saya
HapusSemoga selalu diberi ksehatan sukses dunia aherat Aamiin 🤲
BalasHapusAamiin...Terimakasih doa nya. Doa yg sama buat njenengan ya.
HapusSemoga jeng Atun selalu diberi ketabahan ,kesabaran,sehat selalu dan sukses dunia akhirat, Aamiin.
BalasHapusAamiin ya Allah. Semoga doa njenengan juga terkabul buat ku dan buat njenengan juga
HapusSemangat ya sobat, aku tau perjuanganmu dr pertama sakit sampai sekarang, yakin lah Allah pasti berikan yan terbaik buat kita semua, dan dari ikhtiar yang kita lakukan selama ini pasti akan memberikan hasil yana terbaik...
BalasHapussemangat, semangat, dan semangat...
Sehat selalu dan sukses dunia akhirat,...Aamiin
Aamiin...makasih bantuan nya selama ini hanya Allah yang bisa membalasnya kebaikan njenengan
HapusAlhamdulillah Alloh masih memberi kesempatan kepada mu untuk menikmati hidup...semangat terus ya...dan terus berkarya.Sangat menginspirasi...
BalasHapusAamiin...Alhamdulillahterimakasih doa dan dukungan nya ya
HapusDibalik keceriaanmu ternyata ada beban yg begitu berat yg bu Atun rasakan. Tetap semangat Istiqfar jgn putus ya say...
BalasHapusAamiin ya Allah insyaallah tetap semangat dan selalu ceria. Terimakasih sudah mampir di blog dan membaca cerita saya
HapusSyafakillah jeng....kuat semangaat kami teman2 biru putih ingin selalu melihat keceriaan dan canda yg terlontar dari celoteh2 yg selalu mencairkan suasana,salam kangen doa terbaik untuk sobatku🥰🥰
BalasHapusAamin terimakasih doa dan dukungan kawan biru putih ku
BalasHapussemangat bu atun<33
BalasHapussemangat trs ibu Atun yang lucu, ceria selalu
BalasHapus