Kamis, 03 Maret 2022

Sore Itu Mencekam

 

Sore Itu Mencekam

Seperti biasa setiap aku pulang kerja suami sudah siap menjemput di luar gerbang sekolah, sore itu sepanjang perjalan pulang canda tawa mengiringi kami sampai masuk ke rumah.

Badan berasa sangat Lelah, kegiatan disekolah hari ini  banyak menguras tenaga dan pikiran. Setelah meletakan tas, mengganti pakaian kerja dengan daster kurebahkan badan di tempat tidur berharap Lelah itu akan hilang.

Aku berkata ke suami kalau mau beristirahat sebentar sebelum aku mandi. Beberapa saat kemudian suami masuk kamar sambal bercanda dia bilang

“ Juragan putri…aku tak pimpong dulu ya, gak apa to tak tinggal sendiri di rumah”?

Aku menjawab dengan bercanda juga

“ Siap Bos ku…aman terkendali !“

Tidak ada tanda-tanda apapun kalau Auto Imune Myasthenia Gravis akan rewel sore ini. Tiba-tiba pada saat rebahan aku mulai merasakan dada kiri nyeri, nafas berat, beberapa saat kemudian dada seperti terhimpit sesuatu yang berat, seluruh badan terasa dingin dan lemas aku berusaha tetap tenang kemudian aku duduk, aku melihat dari kaca yang ada di kamar wajah terlihat sangat pucat.

Dengan sisa tenaga sambil berpegangan aku berusaha keluar kamar untuk mencari pertolongan tetapi tidak bisa, badan semakin lemas nafas tersengal-sengal tenggorokan seperti tersumbat jangankan untuk teriak bicara saja sudah sangat kesulitan

Ya Allah…Astagfirullah, Tolong hamba ya Allah, beri hamba kekuatan untuk sampai di meja kamar dimana aku meletakan Handphone, tak terasa air mata sudah membasahi pipi badan sudah berasa dingin dan kesemutan dari ujung kaki hingga kepala.

Alhamdulillah Allah beri pertolongan, dengan susah payah Handphone berhasil aku raih, aku duduk di sofa yang ada di kamar dekat dengan meja, aku mencoba menghubungi suamiku tetapi tidak ada jawaban.

Kemudian aku menghubungi mbak Umi tetangga terdekat tetapi juga tidak ada jawaban, aku terus berusaha menghubungi saudara-saudara terdekat tetapi hasilnya pun sama.

Aku semakin putus asa, aku sudah tidak kuat lagi untuk duduk kedua kaki dan tangan sudah mulai kaku badanku lunglai di sofa, nafas sudah sangat berat.

“Ya Allah apakah ini akhir dari hidupku”? Seandainya engkau memanggil aku panggilah aku dalam keadaan husnul khotimah “Ya Allah seandainya engkau ijinkan aku untuk hidup berilah pertolongan ya Allah”!.

Aku terus berdoa, berdzikir mengharapkan pertolongan Allah hadir. Tiba-tiba handphone berdering mbak Umi tetangga terdekat yang tadi aku telfon menghubungi ku, dengan sisa tenaga yang ada aku angkat handphone sayup-sayup aku mendengar 

“Assalamualaikum….hallo…mbak…mbak…mbak Atun telfon ada apa”?

“Mbak Atun kenapa mbak…mbak…”?suara mbak umi terdengar mulai panik

Dengan lidah yang mulai kaku aku mencoba menjawab hanya satu kata yang bisa keluar dari mulutku

 “ Tolooooong ”

Mbak Umi dan suaminya berlari ke rumah ku membuka gerbang dan langsung masuk, aku mendengar mbak umi memanggil nama ku berkali-kali

“Mbak…mbak… mbak… Mbak Atun dimana”?

Aku mendengar tetapi tak kuasa untuk menjawab, kemudian aku mendengar suara pintu kamar terbuka mbak umi berlari masuk memeluk membetulkan posisi tubuh agar lebih enak sambil berusaha membantu menanyakan apa yang harus dilakukan.

Mbak Umi dan suaminya sangat panik aku pun tak bisa berbuat apa apa, aku hanya mampu membuka mata tetapi sudah tidak kuasa untuk berucap aku hanya bisa sedikit menggerakan tangan menunjuk tabung oksigen yang berada di pojok kamar

“Oksigen kata mbak Umi” ?? Alhamdulillah mbak Umi paham yang aku minta

“Mas…Mas…Mas Wendy…tolong pasang oksigen” !! teriak mbak umi

Mas Wendy yang sedang berusaha menelefon menghubungi suamiku, langsung bergegas ke kamar Alhamdulillah mas Wendi paham cara memasang dan menggunakan tabung oksigen sehingga tidak mengalami kesulitan. Dengan sigap mas Wendy menarik tabung oksigen yang ada di pojok kamar kemudian memasang selang ke hidungku dan menghidupkan alat oksigen.

Dalam keadaan nafas yang tersengal-sengal, dada terasa sesak dan tubuh yang lemas oksigen terpasang, lendir yang menyumbat jalan nafas sedikit demi sedikit keluar melalui mulut, mbak umi memiringkan tubuhku menepuk nepuk punggungku agar lendir banyak yang keluar

Mbak Umi  dan mas Wendy terus berusaha menenangkan memijit tangan dan kaki menggunakan minyak kayu putih membimbing aku untuk selalu beristigfar. Beberapa saat kemudian suami datang melihat keadaanku suami menangis dan meminta maaf telah meninggalkan ku sendiri dirumah.

Agar posisi lebih nyaman aku di gendong suami menuju tempat tidur dibantu mas Wendi. Alhamdulillah kondisi badanku mulai stabil aku sudah bisa minum air hangat walaupun harus dibantu menggunakan sendok, suhu badan sudah mulai normal, nafas sudah tidak tersengal sengal dan aku juga sudah mulai bisa berbicara.

Saudara yang tadi aku telfon juga sudah berdatangan mereka minta maaf karena terlambat datang dan tidak mengangkat telfon karena beberapa alasan.

“Ya Allah terimakasih atas rahmatmu !”,

Engkau telah memberikan kesempatan hamba untuk bisa hidup kembali, hanya engkau ya Allah pemberi pertolongan yang sebenar-benarnya menyediakan, menggerakan orang-orang baik di sekeliling hamba.

" Ya Allah rawat dan jagalah jiwa ku agar tetap beriman kepada Mu!" Aamiin 

36 komentar:

  1. Aamiin. Alhamdulillah, oertolonfan Allah lewat orang di sekitar. Semoga sehat selalu, Ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terimakasih ibu saat ini saya di coba dengan 2 penyakit langka insyaallah saya ikhlas karena saya percaya Allah bersama ku

      Hapus
  2. Sore yang amat mencekam. Penulis mampu mendeskripsikan dan ikut larut dalam suasana yang menakutkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak kadang untuk membuat sebuah cerpen membutuhkan perjuangan karena diselingi dengan tangis untuk menceritakan kembali yang aku rasakan

      Hapus
  3. Saya juga larut di dalam nya..semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan..aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terimakasih ibu telah berkunjung dan membaca cerita saya

      Hapus
  4. Ya Allah, sy larut dlm suasana panik dan sakit yg ibu rasakan. Semoga sehat-sehat seterusnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ibu saya masih belajar ikhlas dan sabar. Semoga ibu juga selalu sehat

      Hapus
  5. Huuf ikut panik n dada terasa sesak. Sehat selalu Ibu .. jangan terlalu capek ya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mkasih saran nya.ibu. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya

      Hapus
  6. Saya terhanyut dalam setiap kata yang dituliskan.
    Ikutan panik saya membacanya.
    Semoga Ibu Supriatun selalu diberikan kesehatan.
    Sehat sehat terus yaa Bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin bapak atas doa nya. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya

      Hapus
  7. Kalau keadaannya seperti itu, mestinya harus selalu ada orang di dekat yang standby, agar ketika kondisi darurat, cepat tertolong.

    BalasHapus
  8. Saya bisa merasakan apa yang ibu rasakan,, saya pun tidak bisa jauh dari obat yg selalu saya bawa di dompet... terkadang lupa juga tidak terbawa, maka gelisah dan panik pun melanda... Semoga sehat selalu ibu🤲🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ibu...yuks sama-sama berjuang dan berkarya

      Hapus
    2. Buyu bgitulah q khas memanggilmu. Membaca ini tak terasa airmata jatuh becucuran. Subhanallah serahkan semua pd Allah.. Subhanallah

      Hapus
    3. Sebutan khas dari mbak may kepada ku Allahuakbar Allah maha besar telah menyediakan menggerakan orang" baik untuk saya

      Hapus
  9. Ya,Allah...ceritanya sangat menyayat hatiku. Itu kejadian pernah dialami sama emak. Punya penyakit asma ( sesak napas ) harus siap sedia obat2 dll. Semoga Allah selalu melindungi Bunda ,Aamiin Ya Robalalamin 🙏😭😭😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin terimakasih doa nya ibu . Semoga Allah melindungi bu Sri dan leluarga Aamiin

      Hapus
  10. Semoga selalu dikelilingi orang yang baik hati dan sehat senantiasa bu sri dan keluarga besar🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... semoga ibu dan keluarga juga di kelilingi orang yang baik dan sehat. Terimakasih telah mampir di blog dan membaca cerita saya

      Hapus
  11. Semoga selalu diberi ksehatan sukses dunia aherat Aamiin 🤲

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...Terimakasih doa nya. Doa yg sama buat njenengan ya.

      Hapus
  12. Semoga jeng Atun selalu diberi ketabahan ,kesabaran,sehat selalu dan sukses dunia akhirat, Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah. Semoga doa njenengan juga terkabul buat ku dan buat njenengan juga

      Hapus
  13. Semangat ya sobat, aku tau perjuanganmu dr pertama sakit sampai sekarang, yakin lah Allah pasti berikan yan terbaik buat kita semua, dan dari ikhtiar yang kita lakukan selama ini pasti akan memberikan hasil yana terbaik...
    semangat, semangat, dan semangat...
    Sehat selalu dan sukses dunia akhirat,...Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...makasih bantuan nya selama ini hanya Allah yang bisa membalasnya kebaikan njenengan

      Hapus
  14. Alhamdulillah Alloh masih memberi kesempatan kepada mu untuk menikmati hidup...semangat terus ya...dan terus berkarya.Sangat menginspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...Alhamdulillahterimakasih doa dan dukungan nya ya

      Hapus
  15. Dibalik keceriaanmu ternyata ada beban yg begitu berat yg bu Atun rasakan. Tetap semangat Istiqfar jgn putus ya say...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah insyaallah tetap semangat dan selalu ceria. Terimakasih sudah mampir di blog dan membaca cerita saya

      Hapus
  16. Syafakillah jeng....kuat semangaat kami teman2 biru putih ingin selalu melihat keceriaan dan canda yg terlontar dari celoteh2 yg selalu mencairkan suasana,salam kangen doa terbaik untuk sobatku🥰🥰

    BalasHapus
  17. Aamin terimakasih doa dan dukungan kawan biru putih ku

    BalasHapus
  18. semangat trs ibu Atun yang lucu, ceria selalu

    BalasHapus

KENANGAN HUT GURU 2021

  KENANGAN HUT GURU 2021  Hari ini, tepat setahun yang lalu peringatan HUT Guru Nasional ke 76 tahun 2021. Kala itu sekolah tempat aku men...